Tingkat Kesehatan Bank

Posted: 27 May 2011 in Uncategorized

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa bank yang sehat adalah bank yang dapat menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik. Dengan kata lain, bank yang sehat adalah bank yang dapat menjaga dan memelihara kepercayaan masyarakat, dapat menjalankan fungsi intermediasi, dapat membantu kelancaran lalu lintas pembayaran serta dapat digunakan oleh pemerintah dalam melaksanakan berbagai kebijakannya, terutama kebijakan moneter. Dengan menjalankan fungsi-fungsi tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat serta bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan.

Untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik, bank harus mempunyai modal yang cukup, menjaga kualitas asetnya dengan baik, dikelola dengan baik dan dioperasikan berdasarkan prinsip kehati-hatian, menghasilkan keuntungan yang cukup untuk mempertahankan kelangsungan usahanya, serta memelihara likuiditasnya sehingga dapat memenuhi kewajibannya setiap saat. Selain itu, suatu bank harus senantiasa memenuhi berbagai ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan, yang pada dasarnya berupa berbagai ketentuan yang mengacu pada prinsip-prinsip kehati-hatian di bidang perbankan.

a. Penilaian Capital

Penilaian pertama adalah aspek permodalan, dimana aspek ini menilai permodalan yang dimiliki bank yang didasarkan kepada kewajiban penyediaan modal minimum bank. Penilaian tersebut didasarkan paa CAR (Capital Adequacy Ratio) yang ditetapkan BI, yaitu perbandingan antara Modal dengan Aktiva Tertimbang Menurut Resiko.

Perhitungan nilai kredit 0 s/d max 100
Bobot 25%
Rumus yang digunakan :

CAR =                     Modal                                             x 100%
Aktiva Tertimbang Menurut Resiko

Modal (modal inti + modal pelengkap)
Aktiva tertimbang menurut resiko (ATMRNeraca + ATMRAdministratif)
Perhitungan nilai kredit:
Untuk CAR = 0% atau negatif, nilai kredit = 0
Setiap kenaikan 0,1% nilai kredit ditambah 1 dengan maximum 100

b. Penilaian Asset

Aktiva produktif atau  Productive Assets atau sering disebut dengan  Earning Assets adalah semua aktiva yang dimiliki oleh bank dengan maksud untuk dapat memperoleh penghasilan sesuai dengan fungsinya. Ada empat macam jenis aktiva produktif yaitu :

a.  Kredit yang diberikan

b.  Surat berharga

c.  Penempatan dana pada bank lain

d.  Penyertaan

Penilaian aset, sesuai dengan Peraturan BI adalah dengan membandingkan antara aktiva produktif yang diklasifikasikan dengan aktiva produktif. Selain itu juga rasiopenyisihan penghapusan aktiva produktif terhadap aktiva produktif yang diklasifikasikan.

Klasifikasi aktiva produktif merupakan aktiva produktif yang telah dilihat kolektabilitasnya, yaitu lancar, kurang lancar, diragukan dan macet.

Perhitungan nilai kredit max 100
Rasio yang digunakan :
BDR(Bad Debt Rasio) dan CAD (Cadangan Aktiva yang Diklasifikasikan)

1.BDR = Aktiva Produktif yg Diklasifikasikan  x 100%
Total Aktiva Produktif

-BDR  ≥ 15,5%,nilai kredit 0
-Untuk penurunan 0,15% nilai kredit ditambah 1 dan
max 100

c. Penilaian Management

Aspek ketiga penilaian kesehatan bank meliputi kualitas manajemen bank. Untuk menilai kualitas manajemen akan mengajukan 250  pertanyaan yang menyangkut manajemenbank yang ebrsangkutan. Kualitas ini juga  akan melihat dari segi pendidikan serta pengalaman para karyawannya dalam menangani bebagai kasus yang terjadi.

Perhitungan nilai kredit total maximal 100. BI menyediakan 250 pertanyaan kepada bank sebagai indikator yang akan digunakan BI untuk menilai tingkat kesehatan Bank.
Setiap pertanyaan yang dijawab “ya” akan memperoleh nilai kredit 0,4.
Bobot untuk penilaian management adalah 25%.

d. Penilaian Earning

Penilaian aspek ini diguankan untuk mengukur kemampuan bank dalam meningkatkan keuntungan,  juga untuk mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai bank yang bersangkutan.  Penilaian ini meliputi ROA atau Rasio Laba terhadap Total aset,  dan Perbandingan antara biaya operasional dengan pendapatan operasional (BOPO).

Nilai kredit max 100
Rasio yang digunakan :ROA dan BOPO
ROA = Laba sebelum pajak  x 100%
Total aktiva
Perhitungan nilai kredit :
ROA sebesar 100%, nilai kredit = 0
Setiap kenaikan 0,015%,nilai kredit ditambah 1 dan max 100.
BOPO =     Beban Oprasional  x 100%
Pendapatan Oprasional
Untuk rasio 100% atau lebih,nilai kredit 0
setiap penurunan sebesar 0,08% nilai kredit ditambah dengan 1 dengan maximal 100.
Bobot untuk ROA dan BPOP masing-masing 5%

e. Penilaian Liquidity

Aspek kelima adapah penilaian terhadap aspek likuiditas bank. Suatu bank dukatakan likuid, apabila bank yangbersangkutan mampu membayar semua hutangnya, terutama hutang-hutang jangka pendek. Selain itu  juga bank harus mampu memenuhi semua permohonan kredit yang layak dibiayai.

Penilaian dalam aspek ini meliputi :

a.  Rasio kewajiabn bersih Call Money terhadap Aktiva Lancar

b.  Rasio kredit terhadap dana yang diterima oelh bank seperti KLBI, Giro,

Tabungan, deposito dan lain-lain.

Rasio yang digunakan LDR dan NCM to CA.

LDR =     Jumlah kredit yang diberikan            x100%
Dana pihak ketiga + KLBI + Modal inti

Untuk rasio ≥110% ,nilai kredit 0.

Untuk rasio <110%,nilai kredit 100

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s